oleh

Kunker ke Badung, DPRD Wajo Ingin Dorong Potensi Ekonomi Desa Berkembang di Wajo

-NEWS-49 dilihat

TIMESULSEL.COM, SENGKANG –BADUNG — Pansus Ranperda Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) DPRD Wajo melihat ada potensi untuk mendorong ekonomi desa berkembang. Syaratnya, BUMDes harus dibuat dan dikelola secara profesional.

Anggota Pansus Ranperda BUMDes DPRD Wajo Andi Merly Iswita mengurai bahwa desa-desa di Wajo memiliki prospek lebih maju di sektor ekonomi jika peran BUMDes ini bisa dimaksimalkan. Potensi yang ada itu sisa perlu sentuhan untuk pengembangan.

Ketua Komisi I DPRD Wajo, H. Ambo Mappasessu, saat penyerahaan piagam

Keseriusan pansus untuk mendorong BUMDes ini juga dengan mengunjungi langsung Badung, Bali. Kunjungan kerja tersebut sebagai studi komparasi sekaligus menggali lebih banyak informasi terkait pengelolaan dan regulasi BUMDes.

Baca Juga  Kementan RI Kawal Bantuan Kemanusiaan Di Kabupaten Wajo

“Sejak 2015, Kabupaten Badung bahkan telah menetapkan Perda Pendirian dan Pengolaan BUMdes,” beber Andi Merly, Rabu (26/8/2020).

Seleksi Ketat, Perda Badung No 1 Tahun 2015 tentang Pendirian dan Pengolaan BUMdes itu menjadi payung hukum bagi kelompok ekonomi pedesaan. Regulasi ini penting agar BUMDes yang dibentuk bisa menjadi patokan dalam menjalankannya. Layaknya badan usaha, BUMDes di Badung dikelola dengan sangat profesional.

Pengelola yang direkrut pun harus memiliki kualifikasi bisa mengelola badan usaha. Makanya, pengelola pun mesti menjalanu seleksi. “Di tataran pengelolaan Bumdes, dimulai dengan rekrutmen pengelola BUMDes melalui tahap fit and proper test sesuai dengan bidang kemampuan masing-masing,” imbuh anggota Komisi I DPRD Wajo ini.

Baca Juga  Polres Enrekang Sita 23. L Miras Pada Operasi Cipta Kondisi. Menyambut Natal Dan Tahun Baru 2020.

Model pengelolaan ini pula yang diharapkan bisa diterapkan di Wajo ketika Ranperda BUMDes telah disahkan. Merly menegaskan, ada urgensi di balik perda ini, yakni untuk kemaslahatan kelompok ekonomi desa. Apalagi, BUMDes yang ideal memang harus selaras dengan tujuan pembangunan daerah.

“Pendirian BUMdes sebagai wadah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di desa sehingga mampu menunjang secara ekonomi masyarakat itu sendiri. Makanya pendirian BUMDes di Kab Badung mampu cepat berkembang dan menjadi BUMDesa yang mampu memberikan PAD pada desa,” terang Merly.

Baca Juga  Kades Wele Kecamatan Belawa Adakan Penyemprotan Antisipasi Virus COVID -19

Merly memberi catatan khusus. Pendirian BUMDes tak bisa asal-asalan. Semua harus matang. Mulai dri tahap perencanaan, pemetaan potensi dan keunggulan desa, hingga pengemasan produk ketika telah mulai berjalan. Termasuk pembinaan yang kontinyu dan evaluasi berkala dari pemda.

“Pada tahap perencanaan pendirian bumdes harus melihat potensi yg ada di desa tersebut yg menjadi bidang usaha bumdes,” katanya.
(Advertorial)