oleh

Jamaluddin Jahid, Ada 5 Aktor Yang Harus Berperan Untuk Membangun Destinasi Wisata Di Kabupaten Enrekang.

ENREKANG, timesilsel.com — Potensi Pengembangan Destinasi Wisata yang ada di Kabupaten Enrekang, lumayan menggiurkan untuk digali menjadi sumber pendapatan asli daerah namun membutuhkan keseriusan dan keterlibatan semua stakeholders dengan berkolaborasi melakukan program kerja serta pro-aktif dalam melakulan inovasi terkait dengan menciptakan sarana sarana pendukung yang terkondisikan dengan alam setempat itu sendiri.

Menurut salah seorang peneliti Destinasi wisata Jamaluddin Jahid bahwa Membangun Pariwisata kuncinya ada 5 aktor yang harus berperan dan berkolaborasi untuk mewujutkannya yakni “Penta Helix”, yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten Enrekang, Para Pengusaha, Perguruan Tinggi dan Komunitas Kota serta Para Awak media.

“Kelima aktor ini yang harus berkolaborasi untuk membangun sarana pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Enrekang”ujar Jamal Jahid, Selasa,24/09/2019 di warkop mama Sudar Enrekang.

Jamaluddin jahid Heneng Salah satu peneliti Wisata di Kabupaten Enrekang mengatakan harusnya Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) dijadikan rujukan penyusunan program pembangunan Dinas Pemuda,Olah Raga dan Pariwisata (Dispopar).

Secara teknis secepatnya menyusun rencana turunan RIPPARDA dengan menyusun Rencana Induk Pengembangan Obyek dan Daya Tarik Wisata (RIPOW), Potensi obyek wisata di Kabupaten Enrekang masih sebatas something to see (sesuatu yang bisa dilihat), mestinya terus digeser ke something to do (sesuatu yang bisa dilakukan), something to buy (ada sesuatu yang bis dibeli), dan something to know (sesuatu yang bisa di ketahui).

Untuk mewujudkan hal tersebut pengembangan destinasi wisata perlu mengembangkan 4 komponen utama yaitu atraksi aksebilits, fasilitas, dan kelembagaan.
Keempat komponen destinasi semestinya menjadi fokus perhatian aktor penta helix. Destinasi wisata harus diawali dengan perencanaan berbasis kolaboratif antar stakeholders.
Perlu diingat kegagalan dalam perencanaan berarti merencanakan kegagalan.(Zaini).