oleh

Politisi Partai Gerindra, Haji Mustafa Salurkan Bantua Pada Warga Tertimpa Banjir Kecamatan Tanasitolo Wajo.

TIMESULSEL.COM, WAJO ( Sulsel ) – Hujan yang mengguyur wilayah kecamatan Tanasitolo sejak dua hari lalu membuat 4 Desa terendam air. Desa tonralipue, Inalipue, Mannagae dan Desa lowa.

Dampak banjir bandang tersebut antara lain 40 kk dan 123 jiwa, serta 7 rumah yang mengalami rusak berat, 11 rumah rusak ringan, dan 1 kantor desa.

Politisi Partai Gerindra, Haji Mustafa, langsung menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian sekaligus untuk meringankan beban warga atas musibah yang menimpanya, Minggu, 27/6/21

“Ini adalah bentuk kepedulian dan keprihatinan keluarga besar Partai Gerindra atas musibah, berupa bencana banjir yang menimpa masyarakat di 4 desa di Kecamatan Tanasitolo,” ujarnya.

Disamping menyalurkan bantuan, anggota Komisi III DPRD Wajo ini, meninjau langsung penyebab dan dampak dari banjir itu

Mantan anggota pasukan elite Polri ini, berharap, agar pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten segera melakukan penanganan, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Selaku mitra kerja Pemerintah Kabupaten Wajo, dalam hal ini Dinas PUPR, saya berharap, segera ditindak lanjuti agar banjir ini tidak meluas yang dapat mengancam keselamatan warga,” Ujarnya

Mustafa juga berharap agar pemerintah pusat dapat memberikan bantuan bedah rumah kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, apalagi dilihat dari kondisinya memang layak untuk mendapatkan bantuan bedah rumah.

Kepala Desa Inalipu, Muhammad Yunus, berharap agar anggota Komisi III ini, memperjuangkan nasib warga untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah.

Menurut Yunus ada puluhan rumah yang mengalami kerusakan, 7 diantaranya paling parah, rumah tersebut bergeser dari posisinya.

Sementara itu, tim tekhnis LSM BPKP Wajo, Muh. Nasir, yang ikut mendampingi Haji Mustafa, menyebut kondisi Sungai Lajokka memang sudah mengalami pendangkalan sehingga tidak bisa menampung debit air.

Olehnya itu, sebagai solusinya, lanjut Nasir, Sungai Lajokka yang hulunya berada di Macanang Kecamatan Majauleng, perlu dinormalisasi dan dibuatkan tanggul penahan tanah.

“Pemerintah harus segera melakukan normalisasi sungai dan membangun tanggul, jika tidak dilakukan secepat mungkin, maka akan bertambah parah. Dan tentu akan mengakibatkan kerusakan dan menjadi ancaman bagi warga sekitar,” jelasnya.
Penulis : Chender
Editor : Muin