oleh

LSM KIBAR Wajo, Menduga Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Belawa Tidak Transparan :

TIMESULSEL.COM, SENGKANG ( SULSEL ) — Proyek pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji, Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan Belawa, yang berlokasi di kelurahan macero, kecamatan belawa kabupaten wajo, menuai sorotan terkait transparansi dari Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Kibar Indonesia.

Proyek pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji, KUA Belawa tersebut menelan biaya sekitar 700 juta lebih, dari APBN / SBSN 2020, dengan dasar bangunan satu tingkat. Dan di kerjakan CV. ILHAM JAYA ABADI dan Konsultan Pengawas CV. MAHADAYA CIPTAN CONSULTANT.

Ketgam ; Pemasangan papan proyek di belakang bangunan.

Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) KIBAR Indonesia Kabupaten Wajo, Andi Germawanto menyorot anggaran tersebut, selain nilainya yang sangat fantastis juga bangunan daripada pondasi berongga, sehingga di duga pondasi tersebut tidak kuat.

‘Apa yang kami lihat sewaktu turun kelokasi adalah salah satunya pondasi tergolong berongga, sehingga di duga pondasi tersebut tidak mampu bertahan lama,” kata Andi Germawanto melalui WhatsAppnya, sabtu, 18/10/20.

Lebih lanjut, Selain itu di duga juga bahwa pembangunan gedung tersebut tidak transparan, karena terdapat penempatan papan proyek yang wajib di ketahui oleh masyarakat banyak, terkesan di sembunyikan dengan memasang papan proyek tersebut di belakang bangunan.

‘ kami melihat secara langsung sewaktu turun kelokasi kalau pekerjaan tersebut memberikan kesan patut diduga tidak transparan karena terdapatnya pemasangan papan proyek yang di pasang di belakang bangunan,’ jelas Andi Germawanto.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) Kantor Departemen Agama ( Depag ) Kabupaten Wajo, Aziz, saat di konfirmasi lewat telpon selulernya, tak ada jawaban, sampai berita ini di publikasikan.

Editor ; Muin