oleh

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang, Terus Berupaya Mengoptimalkan Program Desa Berzakat.

Enrekang, timesulsel.com –Optimalisasi terkait program desa berzakat, terus dilakukan baik sosialisasi, maupun lewat dor to dor namun sampai saat ini, masih minim zakat dari desa yang melakukan pembayaran zakat di Baznas Enrekang.

Hal ini tidak membuat Komioner Baznas gerah untuk tetap menggelorakan program desa berzakat, salah satu Pimpinan Baznas Enrekang Baharuddin mengatakan, padahal Lounching Program sejak bulan Juni dan telah di sepakati diberlakukan mulai berlaku Juli 2019 lalu.

” kita berharap kepala desa sebagai pelopor kebangkitan zakat di desanya dimana diharapkan para stakeholder desa bisa membayar zakatnya ke lembaga zakat resmi”ucap Bahar. .

Dikatakan juga, bahwa salah satu fungsi BAZNAS adalah fungsi advokasi dan dakwah, karena itu terus dilakukan koordinasi sekaligus mengajak seluruh elemen dan istansi pemerintah tingkat Kecamatan dan Desa, serta DPMD dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Enrekang, turut mendukung program tersebut. kata Baharuddin.

Bahar mengatakan, koordinasi akan terus dilakukannya untuk pembayaran zakat bagi aparat desa.

“Saya sudah beberapa kali ketemu ketua APDESi dan beliau komitmen dan siap jadi pelopor kebangkitan zakat”tambahnya.

“Acuan dasarnya sudah jelas UU, PP, perBAZNAS, perda dan Peraturan bupati (Perbup), serta surat edaran tentang pembayaran zakat di desa,” ujarnya.

Terpisah Ketua UPZ Kecamatan Baraka, Rudi menyampaikan, bahwa Kepala Desa di wilayah kecamatan baraka, masih belum paham benar sesuai peraturan zakat yang belaku, sehingga sampai saat ini belum ada yang bayar zakat, ujar Rudi.

Menanggapi hal itu, Baharuddin mengatakan, tidak boleh lagi atas alasan tidak paham dan tidak mengerti tentang peraturan.

BAZNAS Enrekang sangat aktif bersosialisasi baik secara tatap muka maupun publikasi web dan media sosial. Bahkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat 90% di rasakan masyarakat desa.

Data base fakir miskin,jompo, difabel dan asnap fiisabilillah lebih dominan di desa desa. 90% pendistribusian dan pendayagunaan serta penerima manfaat zakat di desa.

” Kepala desa,!!, jadilah pelopor kebangkitan zakat”.Ujar Baharuddin menyemakati. (Zaini).